A Tale From : Tambora
A Tale From : Tambora
KMPA Giri Bahama 2022
Gunung Tambora terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Gunung ini berada pada dua wilayah administrasi kabupaten yang berbeda, yaitu Kabupaten Dompu di lereng sebelah barat daya dan Kabupaten Bima di lereng sebelah timur laut gunung ini. Jalur Pendakian Tambora via Pancasila berada di Dusun Pancasila, Desa Tambora, Kecamatan
Pekat, Kabupaten Dompu, Provinsi
Nusa Tenggara Barat.
Gunung ini mempunyai 4 jalur pendakian yaitu Doro Ncanga dan Pancasila di Kabupaten Dompu, serta Piong dan Kawinda Toi, di Kabupaten Bima. Jalur Pendakian via Pancasila mempunyai panjang sekitar 32 Km jika dihitung dari Resort Pancasila dengan ketinggian hanya sekitar 450 MDPL, disana tidak ditemui suasana seperti gunung di Jawa, tidak ada hawa dingin di basecamp, menggigil, dan berebut selimut. Tapi itulah yang membuat Tambora spesial.
Pendakian dimulai dari resort Pancasila, diawal jalur pun kami sudah disuguhkan dengan berbagai aktivitas masyarakat dengan keramahannya. Setelah melewati pemukiman tiba kami di kebun kopi yang sangat luas, lalu ketika telah memasuki kawasan hutan akan dimanjakan oleh pohon-pohon besar dan tumbuhan yang lebat. Sampai di Pos 3 baru dapat ditemui suasana dingin khas pegunungan. Disana dapat dilihat pohon-pohon mengering yang masih berdiri, alang-alang yang berwarna hijau semu kuning.
Puncak Tambora 2.885 Mdpl
Semakin tinggi berjalan, akan ditemui pohon cemara gunung yang tinggi dan besar. Kabarnya, dulu jumlah cemara lebih banyak dibanding sekarang, hal ini diakibatkan oleh kebakaran hutan pada tahun 2019 lalu. Selain pohon cemara, tumbuhan jelatang juga akan menyambut di kiri-kanan jalan dari Pos 3 ke Pos 5. Tumbuhan yang menyebabkan sensasi gatal jika terkena kulit ini tumbuh subur setelah kebakaran tahun itu juga. Pos 5 dan telah melewati batas vegetasi, medan yang dilewati akan berubah menjadi berbatu dan berpasir dan ragam tumbuhan hanya bunga edelweiss dan alang-alang sampai di puncak. Puncak Gunung Tambora jalur Pancasila terletak di sisi barat dari kaldera gunung tersebut dengan ketinggian 2725 MDPL. Di sekitarnya terdapat lereng dengan kemiringan yang curam. Medan yang dilalui untuk mencapai puncak dari memoriam merupakan medan berbatu dan berpasir. Dari puncak, dapat disaksikan mahakarya alam yang sungguh besar yaitu kaldera yang luas dan memukau mata. Ya, Tambora memanglah indah, dan Tambora juga memiliki banyak hal ganjil dan berbagai misteri yang tersembunyi dibalik letusan hebat pada tahun 1815 kelam. Wajar saja jika ada pernyataan di media sosial jika seseorang tersesat ketika mendaki gunung di Indonesia maka cukup ikutilah jejak sampah yang ada. Ini terjadi di Tambora, sepanjang jalur pendakian banyak ditemui sampah-sampah.
Sampah bukanlah masalah sepele sebatas menjaga agar lingkungan tetap bersih, lebih jauh lagi sampah dapat berdampak lebih besar seperti mencemari tanah dan air, bahkan argumen jika kebakaran hutan disebabkan oleh sampah plastik dapat masuk akal. Oleh sebab itu, siapapun yang membaca tulisan ini baik pendaki atau bukan, baik hendak mendaki atau tidak, tolong.. simpanlah sendiri sampahmu. Salam Lestari!!
Komentar
Posting Komentar